1

22 Mar 2015

Aborsi Bisa Bikin Dampak Kejiwaan



Dampak buruk aborsi, khususnya yang terkain dengan mental mereka. Ternyata, aborsi tak hanya menimbulkan rasa bersalah yang mendalam, tetapi juga bisa menyebabkan pelakunya terkena gangguan kejiwaan.

Tindakan aborsi memang tidak pernah dibenarkan, terkecuali dengan alasan medis yang diambil setelah dokter melakukan diagnosa seksama dan tidak ada jalan keluar lain selain melakukan hal tersebut. Sayangnya, kejadian aborsi di Indonesia masih cukup banyak dilakukan. Ada beragam alasan yang dikemukakan, misalnya telah hamil sebelum menikah, belum siap memiliki anak atau anak yang dikandung memiliki kekurangan. Dampak buruk aborsi tidak hanya terkait dengan kesehatan fisik ibu, karena berakibat pada pendarahan yang bisa menyebabkan kematian pada yang melakukannya, tetapi juga pada mental pelakunya.

Ada beberapa permasalahan atau dampak buruk aborsi yang muncul di dalam benak seorang yang melakukannya, yang jika tidak diterapi dengan baik bisa mengarahkan pada masalah kejiwaan:
Rasa Bersalah yang Berlarut-Larut

Aborsi yang dilakukan tanpa alasan medis, rentan menyebabkan seorang wanita merasa bersalah dalam jangka waktu yang lama. Rasa bersalah ini seringkali disertai kecemasan tingkat tinggi. Bahkan, terkadang wanita yang baru saja melakukan aborsi seperti murung ketika melihat seorang bayi terlahir ke dunia. Wanita ini juga selalu menghindari kumpulan ibu yang sedang membicarakan kehamilan, karena akan terus teringat dengan apa yang telah ia lakukan.
Takut Tidak Bisa Memiliki Keturunan Lagi

Rentetan dari rasa bersalah tersebut juga membuat wanita yang melakukan aborsi seperti ketakutan jika suatu saat ia tak lagi dipercaya dengan diberi keturunan. Beberapa wanita seolah enggan menikah, karena khawatir apa yang dipikirkannya menjadi kenyataan. Beberapa wanita lain justru terburu buru untuk menikah karena ingin membuktikan bahwa ia masih bisa mendapatkan bayi lagi setelah aborsi.
Keinginan Melakukan Aborsi Kembali

Jika mental dan perasaan mereka sangat labil, justru mereka yang pernah melakukan aborsi menjadi terlibat jauh dengan dunia yang tidak diinginkan, terlibat dalam prostitusi atau seks bebas, yang memungkinkan mereka mengalami kehamilan kembali dan memutuskan aborsi kembali. Hal ini disebabkan mereka sudah mengetahui apa yang bisa mereka lakukan jika mereka hamil kembali. Ini justru membuka peluang praktek prostitusi dan praktek aborsi orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Depresi dan Bunuh Diri

Ini adalah dampak buruk aborsi yang paling dikhawatirkan. Perasaan cemas, bersalah dan ketakutan membuat mereka ingin mengakhiri hidup untuk menebus kesalahan mereka. Kadang mereka merasa seperti seorang pembunuh kejam, karena telah merampas hal hidup seorang bayi. Jika tidak didampingi, seorang pelaku aborsi akan menjadi pemurung, pemarah dan sering melamun.

Nah, dikarenakan bayi adalah anugerah, seperti apapun keadaannya, bertanggung jawablah untuk menjadikannya anak-anak yang cerdas!